Tampilkan postingan dengan label sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepakbola. Tampilkan semua postingan

Minggu, Agustus 30, 2009

dramatis

liverpool menang euy, setelah menang sekali dari 3 pertandingan sebelumnya, bukan awal yang bagus tapi musim masih panjang. emang gitulah liverpool, konsisten dengan inkonsistensinya atau konsistensinya inkonsisten. sebagai liverpudlian gue seneng juga ngeliat kemenangan dramatisir lagi, setelah 2x tertinggal berhasil nyusul jadi menang 3-2, mungkin orang yang kesel ama liverpool bilang "cuma menang gara-gara lawannya 10 pemain", beginian emang biasa di pertandingan. note: tim lawan liverpool a.k.a bolton wanderers bermain dengan 10 pemain sejak babak kedua karena ada yang dikartu merah

dan seperti biasa, tidak banyak yang ada di kepala saya sekarang. mungkin hanya menunggu seseorang bikin rekening mandiri. ya, gue pengen beli jelly lens buat hp gue, gue udah nawar ama orang via kaskus. katanya dia mau bikin akun mandiri, jadi mending gue tunggu aja biar gampang transfer sesama mandiri.

jelly lens itu termasuk lomo bukan sih? kalo termasuk berarti nambah 1 lagi pengguna lomo di kelas gue, kalo g termasuk ya g apa-apa.

seperti yang rifqi katakan dengan lantang "LOMO IS NOT ART", gue terjemahin untuk yang g bisa bahasa inggris, artinya"lomo bukan seni". karena hasil bagus dari lomo itu diambil oleh lomo itu sendiri, bukan oleh pemakainya.

ok rif, gue setuju. kalo mau foto art mendingan gue nyolong slr bokap aja. terus kenapa gue beli jelly lens? alesannya sih biar gue dapet foto unik tanpa menggunakan photoshop.

Jumat, Juli 03, 2009

manajer sepakbola?

karena lagi moodnya ama sepakbola terus, gue tulis aja tentang sepakbola lagi.....

di eropa sana, jendela transfer musim panas sudah dibuka. dan sudah 'tradisi' kalau bursa transfer musim panas dipastikan ramai. karena ini adalah kesempatan untuk sebuah klub untuk merekrut pemain yang dirasa dibutuhkan dan menjual pemain yang dianggap tidak dibutuhkan. sebenernya dalam 1 musim ada 2x jendela transfer dibuka, yaitu jendela transfer musim panas yang sekarang sedang terjadi dan jendela transfer musim dingin selama 1 januari sampai 31 januari. merekrut pemain baru biasanya lebih baik dilakukan pada saat musim panas karena saat itu musim permainan sudah berakhir sehingga kondisi klub pemain dari klub asal menuju klub tujuan tidak berbeda(sama-sama memiliki point 0) berbeda dengan bursa transfer musim dingin yang terjadi saat pertengahan musim yang mengharuskan si pemain beradaptasi lagi.

biasanya yang menentukan siapa yang akan dibeli dan akan dibuang adalah manajer. manajer adalah sebuah posisi yang paling penting serta paling rawan dalam suatu klub, karena kualitas manajer sangat menentukan bagus atau tidaknya klub yang dilatihnya itu. tidak hanya itu, jika mengalami kekalahan, yang pertama kali disalahkan adalah manajernya.

nah, yang menurut gue "salah" itu adalah, saat ini banyak klub yang kebijakan transfernya bukanlah oleh manajernya, tapi oleh presiden klubnya. biasanya presiden baru suatu klub menginginkan kesuksesan yang relatif cepat, sehingga tidak ingin menunggu lama untuk mendapatkan hasil dari kesuksesan seperti trofi, uang, dll untuk menutupi pengeluaran yang sudah dia keluarkan untuk membeli suatu klub yang memang biayanya tidak sedikit. biasanya pemain yang diincar presiden baru adalah pemain bintang.

kenapa gue bilang "salah" ketika presiden yang mengambil alih kebijakan transfer? bukannya kerjaan manajer jadi lebih mudah g usah ngapa-ngapain? memang kalau dilihat sekilas pekerjaan manajer menjadi berkurang tidak usah memikirkan pemain yang harus dibeli, tapi dalam jangka panjang ini dapat menyebabkan tanggung jawab dan tugas yang semakin berat. kenapa? karena setiap pemain mempunyai gaya mainnya sendiri(entah itu individual, suka ngoper, demen maju, dll) dan para manajer juga memiliki gaya melatihnya sendiri. jika kebijakan transfer yang dipegan presiden justru mendatangkan pemain yang gaya permainannya tidak sesuai dengan gaya melatih sang manajer, maka hal itu dapat menyebabkan situasi yang tidak kondusif dalam klub, hal itu dapat menyebabkan kekalahan, permusuhan sesama anggota tim, ketidakkompakkan, yang berujung hancurnya sebuah klub. tapi jika itu terjadi yang disalahkan adalah....... ya, manajernya. sebagai contoh jika si pemain itu berposisi striker yang memiliki gaya permainan yang lebih berkembang jika memiliki partner, namun jika strategi manajernya adalah bermain defensive dan counter-attack pemain itu kurang bisa mengembangkan gaya permainannya karena counter-attack mengharuskan kecepatan dan skill individu yang tinggi namun kurang mengharuskan pass yang baik di posisi striker.

jika itu terjadi di suatu klub, maka pekerjaan seorang manajer untuk merekrut pemain baru akan lepas dan digantikan dengan pekerjaan memainkan sebuah tim dengan pemain yang memiliki gaya permainan yang tidak sesuai dengan gaya melatihnya dan diharuskan meraih kemenangan yang tentu saja akan lebih sulit diraih jika kebijakan transfer dipegang oleh manajernya.

masih bilang pekerjaan manajer itu simpel?

regards
Abhirama

Sabtu, Juni 27, 2009

mulai diliriknya Indonesia di mata sepakbola dunia

sebentar lagi sebuah tim besar di dunia (yang gue anggap musuh karena gue liverpudlian)akan datang ke Indonesia untuk bertanding dengan Indonesia All-Star. pastinya semua sudah pada tau, tim itu adalah manchester city, eh united. manchester united atau lebih dikenal dengan sebutan MU

mungkin berita kedatangan MU ini sudah berkali-kali didengaar/dibaca sejak awal tahun lalu, tapi kalau ditelusuri lagi sepertinya ada yang cukup membanggakan.

seperti yang sudah diketahui, supporter di Indonesia memang seringkali rusuh ketika tim kesayangan mereka mengalami kekalahan dalam suatu pertandingan. hingga kita bisa menilai bahwa citra sepakbola Indonesia bisa dibilang jelek. namun sejak piala asia kemaren yang notabene Indonesia sebagai salah satu tuan rumahnya, gue merasa Indonesia mulai dilihat lagi sebagai sebuah negara dengan budaya sepakbola yang bagus oleh mata dunia, itulah yang masuk di pikiran gue ketika gue melihat berita kalau Indonesia dipercaya oleh FIFA(lembaga yang mengurus sepakbola di seluruh dunia) sebagai tuan rumah piala asia berikutnya. entah kenapa kalau di pentas internasional sikap fans dan supporter(sama aja ya?) Indonesia terbilang baik, tidak rusuh, dan sportif. ini gue lihat ketika Indonesia kalah di putaran grup oleh Arab Saudi dan Korea Selatan. saat itu mereka(para supporter) mengakui kekalahan tim Indonesia dan bersikap sportif tanpa ada kerusuhan.

sebelum melanjutkan lebih jauh, mungkin ada yang bingung ketika di paragraf atas gue bilang "Indonesia mulai dilihat lagi sebagai sebuah negara dengan budaya sepakbola yang bagus oleh mata dunia". mungkin ada yang bertanya-tanya "memangnya sepakbola Indonesia pernah dilihat bagus oleh dunia?" kalau dilihat bagus atau tidak gue juga kurang yakin, tapi yang pasti dulu, tahun 70 an kalau g salah, ada pemain-pemain Indonesia yang memiliki skill yang hebat, sehingga dinantikan di setiap pertandingannya. salah satunya adalah Kurniawan, untuk yang satu ini bukanlah di tahun 70 an, bahkan sampai sekarang pun masih main di liga Indonesia, karena umur yang sudah menua keahliannya sudah tidak sehebat dulu lagi. ketika di masa emasnya, dia bermain untuk klub yang cukup mempunyai nama di Serie A atau liga Italia, Sampdoria. bokap gue pernah cerita kalau duel Kurniawan melawan seorang striker Juventus yang sekarang masih main dan masih jago, Del Piero sangat dinantikan oleh para supporter dari kedua belah tim. namun sayang, nasib Kurniawan tidak sebaik Del Piero yang sampai sekarang masih menjadi striker andalan klubnya. fyi dulu tim Indonesia pernah bertanding melawan MU, tentu saja tidak dengan tim yang sekarang, dan berakhir dengan hasil seri(kalo g salah 0-0 atau 1-1).

dengan sejarah seperti itu, sikap sportif dari supporter, dan hal-hal teknis yang perlu diperbaiki dan dikembangkan. gue merasa ada harapan bahwa sepakbola di Indonesia akan dipandang lebih baik oleh dunia. memang gue akui kalau sekarang supporter Indonesia masih sering rusuh, tidak menerima kekalahan tim kesayangannya entah itu karena penampilan tim yang sedang turun atau kepemimpinan wasit yang buruk. mereka semestinya mengerti bahwa bermain selama semusim itu tidak gampang, itulah gunanya diadakan sistem rotasi dalam sepakbola. namun sistem ini tidak dapat menutupi semua kelelahan. itulah yang sering menjadi faktor utama dalam penurunan peforma pemain di akhir musim. lalu soal wasit, memang akan ada rasa gemas jika melihat "ketidakadilan" dalam kepemimpinan wasit, tapi tugas menjadi wasit juga tidak mudah. bayangkan saja bolak-balik lapangan, harus memperhatikan aktivitas pemain yang merebut bola, rasa lelah berlari 90 menit lebih tanpa pernah mendapatkan bola :D. maka terkadang ada saja insiden yang luput dari pengelihatan wasit, hal seperti inilah yang sering membuat para supporter kesal. tapi bagaimanapun pemain dan wasit juga manusia, bisa melakukan kesalahan sewaktu-waktu dan memiliki batas. jadi semestinya para supporter dapat memaklumi kesalahan yang sering terjadi pada pemain dan wasit, di liga-liga kelas atas dunia pun seperti EPL, La Liga, Serie A, dll pemain dan wasit tidak jarang melakukan kesalahan.

jadi, jika pemerintah Indonesia juga mendukung memajukan sepakbola Indonesia(seperti yang sudah terlihat pada niat pemerintah untuk menjadi tuan rumah PD 2022), Indonesia akan bertambah lagi 1 daya tariknya di mata dunia, yaitu di bidang sepakbola. namun usaha pemerintah pun juga harus didukung oleh para supporter, pemain, dan para official pertandingan seperti yang sudah dijelaskan.

dan gue merasa ada harapan lebih ketika bokap gue ngasih tau kalau tahun depan klub-klub elite eropa seperti Chelsea, Spurs, Liverpool, Inter Milan, AC Milan, Barcelona, dan Real Madrid berencana datang ke Indonesia.

jadi tunjukanlah mereka sepakbola Indonesia, mungkin tim Indonesia akan kalah ketika bertanding. namun jika mereka kalah dengan supporter yang sportif dan permainan yang bagus pasti tidak akan menjadi suatu kekalahan yang memalukan.

salam olahraga
Abhirama

dini hari tanpa kerjaan, ngelantur g jelas

kalo ada kebiasaan yang diubah pasti ada bagian dari kebiasaan lama yang tetap tinggal. tidak mungkin 100% dirubah kecual dalam jangka waktu yang lama dan disiplin, namun ada juga yang membiarkan kebiasaan yang tertinggal itu begitu saja. contohnya, jaman dulu gaya permainan sepakbola agak kaku, pemain bertahan tugasnya hanya bertahan dan pemain menyerang hanya menyerang. berbeda dengan gaya permainan sekarang yang ketika diserang striker juga akan ikut mundur ke belakang. begitu juga ketika menyerang, pemain bertahan akan maju ke daerah lawan untuk membantu penyerangan, makanya dalam sepakbola modern pemain bertahan yang memiliki kecepatan dan stamina yang kuat sering dicari. tapi dari zaman sepakbola baru lahir hingga zaman sepakbola modern, yang namanya kiper tidak pernah maju untuk menyerang. mungkin terkadang pernah kiper bikin gol, biasanya dari bola mati atau tingkat keberuntungan yang tinggi. entah kapan gaya permainan sepakbola akan lebih berkembang hingga kiper ikut menyerang. mungkin di masa depan kiper bisa menjadi top skorer dalam suatu liga atau kompetisi.